
Baru aja gw dapet satu pertanyaan, yang pe sekarang gw ga tau jawaban gw bener pa enggak? Tepatnya jujur pa enggak ma diri gw?
Where U at right Now?
Pertanyaan dari psikolog bule ini (lupa namanya) sempet jadi tanda Tanya besar bagi orang2 professional.
Where U at right now?
Bukan menanyakan dimana posisi kita sekarang (tempat), tapi dimanakah posisi kita dalam hidup saat ini.
Kalaupun hidup harus punya cita-cita, mungkinkah kita telah sampai di sana?
Mungkin orang sukses kan menjawab : “At my complete happinessâ€, gw pastikan gw belum ada di titik tersebut. Tapi jika gw ditanya lagi apa yg masih gw cari? Beberapa detik gw terdiam, Yah, sebaiknya manusia jangan terlalu banyak bermimpi!
No Offense emang ttg pendapat orang lain ke kita, gw harus lebih tahu, lebih! Setidaknya target menjadi acuan dalam menelaah hidup ini. Asal jangan berlebih.
Kemarin tak berpangkal.
Esok tak berujung.
Tak tahu mesti kemana.
Angin Tuli, langit buta.
Angin musim semi.
(Sapardi Djoko Damono)
Penggalan ‘ayat-ayat tokyo’ ini mengingatkan gw pada situasi dimana gw jengah pada aktivitas rutinitas. Walau seharusnya kefuturan tak menjadi alasan tuk singgah sejenak, kadang jiwa lebih membingungkan.
Gw coba merenung lagi, apalagi yang sebenarnya gw butuhkan sekarang. Keluarga, temen-temen, orang-orang yang ngedukung gw udah lengkap. Walau gw belum punya’sang cinta’, gw belum punya teman hidup yang tiap hari kan bilang : “Thanks God, aku masih bersamanya!â€, tapi gw rasa dah singkron. Yin dan yan yang saling.
Bicara soal cita-cita gw jelas kalah! Gw berada pada indahnya dangkalan lautan, jauh dari langit yang memukau itu…
Ingin rasanya gw seperti mereka. Yang selalu bilang “ I wanna laught with (not at) myself.†Hidup tak seharusnya dibawa berat seperti ini.
Maybe I am maturity now,
And when it be seattle?
I neva know.
I am happy now.
And you must know!
Actually it’s not 100% happy….
Hidup ini hanya kepingan
Yang terasing di lautan.
Memaksa kita
Memendam kepedihan.
(Pas Band)
Akh… Gw emang sok tahu…
|